Bincang Kisah Soal Tur Amerika Navicula

0
50

Satu lagi band Indonesia yang kembali membawa nama harum musik negeri ini ke kancah dunia internasional. Mereka adalah Navicula, sebuah band bergenre grunge asal Bali yang belum lama ini berhasil menyelesaikan tur festival musik di dua negara, Amerika Serikat dan Australia.

Seperti diketahui Navicula pada tanggal 10 januari 2013 ‘terbang’ ke Sydney, Australia guna memenuhi undangan untuk tampil dalam sebuah perhelatan festival musik terbesar di negeri tersebut bernama Sydney Festival. Navicula sendiri merupakan satu-satunya penampil line up band asal Indonesia sekaligus headline band dalam acara festival seni yang berjalan selama tiga minggu setiap Januari sejak didirikan pada tahun 1977.

Kami berkesempatan mewawancarai band yang berpesonilkan Robi (vocals, guitar), Dankie (guitar), Made (bass) dan Gembull (drums) usai sound check mereka dalam sebuah event musik Pangudi Luhur Fair, Senayan (26/1) lalu.

Bisa diceritakan kabar mengenai dua tur dari Navicula beberapa waktu lalu?

Sebenarnya itu (tur di Australia) kita diundang oleh Sydney Festival yang merupakan sebuah acara festival musik tahunan yang diselenggarakan di kota Sydney dan apabila dikisahkan dari sejarahnya merupakan sebuah festival yang lumayan besar juga dan untuk tahun ini kita (Navicula) diundang untuk main di festival tersebut. Acaranya sih diselenggarakan dari tanggal 5-27 Januari dengan pengisi line up yang berbeda-beda ditiap harinya dari berbagai macam negara dan Navicula main di tanggal sepuluh sekaligus satu-satunya band dari Indonesia. Secara pribadi sih kita sangat senang dan bangga sekali sudah bisa main di dalam festival tersebut.

Untuk yang tur di Amerika?

Kalo soal tur amerika itu sendiri sebenarnya kita bisa dibilang itu merupakan ‘hadiah’ untuk kita karena Navicula telah memenangi sebuah kompetisi musik bernama RODE Rocks competition yang merupakan sebuah kompetisi musik internasional menjaring 500 band dari 43 negara dan syukurnya Navicula berhasil menang. Sehingga kita mendapatkan ‘hadiah’ dari kompetisi tersebut berupa sebuah kesempatan untuk bisa melakukan rekaman disalah satu studio legend dan terkenal di Hollywood namanya Record Plant Studios. Ini termasuk studio tua berdiri sejak tahun 1969 dan beberapa tokoh legenda yang kita kenal seperti diantaranya John Lennon, Jimi Hendrix, Frank Zappa, Michael Jackson, Mick Jagger pernah melakukan rekaman di studio tersebut.

Soal animo dan respon penonton disana seperti apa?

Kalau soal animo dan respon penonton di Australia kita rasa sangat bagus ya. Secara kitakan disana diundang untuk main dan tampil di acara festival terbesar, yang dimana yang buat acara tersebut bukan orang Indonesia justru orang asli sana dan tentunya crowd dan atmosfirnya beda dong. Navicula sendiri belum pernah main di acara tersebut sebelumnya, akhirnya kita main di tanggal 10 Januari dan di tanggal tersebut Navicula tampil sendirian tak ada band pembuka yang main lagi dan sekaligus langsung menjadi headline di dalam acara itu. Wah pasti deg-degan kan? Main di negeri orang tampil sendiri gak ada band lagi pula di depan para penonton yang mayoritas bukan orang Indonesia semua (ha ha ha). Selain itu dari segi tiketnyakan mahal yakni sekitar 35 dolar Australia jika dirupiahkan bisa sekitar 300-400 ribu. Disana kita berfikir, dengan tiket mahal kita merasa bakalan adakah nanti yang nonton (ha ha ha)? Dilihat dari crowd-nya saja sudah beda kalau crowd-nya negeri sendiri kita sudah tahu akan tetapikan ini murni crowd asing. Akan tetapi ternyata responnya berbeda syukurnya acaranya ramai dan tempat kita mainpun penuh.

Terus soal pengalaman kalian bisa melakukan rekaman di studio legend di Hollywood seperti apa?

Ya bicara soal pengalaman kita disana sangat menyenangkan sih ya. Karena disaat kita rekaman di studio tersebut kita mendapatkan penanganan langsung dari seorang produser yang dimana dia juga merupakan salah seorang produser impian kita namanya Alain Johannes. Dia itu adalah produser yang menangani pembuatan album solonya Christ Cornell ditahun 1997, Queen Of Stone Age, Mark Lanegan. Sedangkan kalo digambarin dan diungkapkan seperti layaknya kalian memiliki mimpi yang kalian inginkan dan akhirnya menjadi kenyataan sesederhana itu sih (he he he). Selain itu disamping menjadi sebuah mimpi yang menjadi kenyataan buat kita, disana kita juga mendapatkan tim yang membantu untuk membuatkan videonya di Amerika. Saat itu dikerjakan oleh salah satu pemenang dari festival film disana juga namanya Nuno Barbosa dari Portugal dan superfishingnya itu Philip Bloom yang dimana kalau kita cari di google dia itu orangnya sudah verified banget terutama di dunia video modern dan merupakan pionir yang menggunakan film memakai Kamera DSLR.

Selain itu selanjutnya apa saja yang dilakukan Navicula disana?

Terus selanjutnya kita disanakan selain karena memang mendapatkan ‘hadiah’ dari hasil memenangkan kompetisi tersebut dan daripada kita hanya rekaman di studio itu lalu exstand untuk tinggal disana akhirnya kita bikin tur dan buat tujuh acara di tujuh titik di kota-kota California.

Lalu planning dari Navicula berikutnya?

Hmm… Rencananya kita akan membuat launching dari hasil rekaman di studio Amerika kemarin habis itu kita bakalan buat albumnya juga yang berisikan lima lagu yang saat ini lagi digarap dan sedang dalam proses mixing. Ya semoga bisa selesai tepat waktu lalu terus kita bakalan buat tur keliling Indonesia juga dan kedepannya kita juga kemungkinan direncanakan meski masih belum fix namun sudah dibicarakan kalau kita bakalan kembali untuk mengadakan tur ke Australia dan Amerika. Salah satu single terbaru kita juga sudah diminta untuk dirilis label di Australia.

Berikut adalah informasi video Navicula on the RODE Rockumentary film competition:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here