Karon N Roll Optimis dengan Warna Baru di Album Baru

0
152

Tiada hal yang paling menyedihkan dalam sebuah band ketika harus kehilangan salah seorang personilnya, terlebih lagi jika personil tersebut merupakan peran yang sangat vital untuk “kelangsungan hidup” si band ini. Meski pada akhirnya semua keputusan tetap berlaku saat negosiasi didalam team untuk mengambil keputusan yang terbaik bagi mereka.

Sudah merupakan hal yang lumrah kejadian seperti ini menimpa kelangsungan sebuah grup musik, apalagi yang paling tidak mengenakkan adalah pada saat karya mereka sedang dinanti-nantikan oleh para pendengarnya.

Karon N Roll, salah satu band jebolan Institut Kesenian Jakarta yang sangat hits dengan lagu-lagu mereka seperti Infra Bercinta, Boleh-Boleh, Honda CB, sepertinya harus mengalami getirnya keadaan seperti yang diceritakan tadi. Karon harus merelakan kehilangan dua orang personilnya yakni Arfan Apoy (lead guitar) dan Pepeng (rhythm guitar) karena kesibukan diluar band yang tidak bisa ditinggalkan.

Tapi Karon N Roll tetap Rock N Roll meski diawal sempat terbesit untuk tidak meneruskan kembali rute perjalanan, band yang saat ini hanya diisi oleh Steve Nahumury, Yacobus Dimas, dan Jun Ginting itu kini tetap tampil prima dan kembali menyapa penggemar mereka dengan warna baru dan eksperimen-eksperimen baru tentunya, bahkan digadang-gadang pada tahun 2014 ini mereka berencana mau mengeluarkan album kedua dengan formasi, aransemen dan lagu-lagu baru.

Seperti apakah proses pembuatan album kedua karon ini nantinya? Indie Jakarta berhasil mewawancarai salah personil mereka, Steve Barnabas Nahumury. Berikut isi wawancaranya :

Benar tahun ini karon keluarin album?

Iya nih, rencana sih begitu, semoga pertengahan tahun ini sudah bisa keluar kalau tidak ada halangan.

Sudah masuk tahap apa?

Sejauh ini sih kita sudah dalam kulik materi baru, dari mulai aransemen, sound sampai nyari referensi studio.

Bakal ada berapa lagu nanti?

Rencananya kita ingin masukkan 10 sampai 11 lagu.

Warna musik karon nanti seperti apa dialbum ini?

Nah soal warna, semakin berwarna aja sih, dulukan dengan formasi awal minim banget pakai overdrive/distortion/fuzz, sekarang ini kita cenderung pakai, terus dulu itukan lebih repeating formula, kayak jama era-era early beatles dan beachboys, lagu ke lagu mirip setipe, sekarang lebih ngeexplore lagi, maju mundur gitu alurnya, main di era pertengahan 60an lompat ke 90an balik ke awal 70an lalu lompat lagi ke 80an, terus balik lagi ke akhir 60an gitu-gitu. Gue bertiga aja bingung sebenarnya kalau ditanyain warna dengan akurat semacam memory yang terisi dengan 1001 referensi terus dituangin aja secara acak, yang keluar ya dijadiin. Mungkin gambaran jadinya nanti semacam revival jadinya yah, gak berusaha untuk kejar era lampau tapi referensinya dari sana, vintage modern mungkin.

Dengan kondisi personil yang saat ini hanya bertiga, bagaimana karon menyikapi?

Dengan keadaan bertiga ini memang membuat kita semua putar otak banyak sih, terutama untuk kepenuhan sound agar tidak terlihat kosong, jadi ya solusinya kita banyak bereksplore aja, agar walaupun hanya bertiga tetap berisi. Paling itu saja, plus nanti rekaman mungkin ada rencana untuk memasukkan beberapa alat musik dari temen-temen yang mau jadi additional tapi tetap di kami bertiga mateng dulu. Sehingga nanti kalau live walau Cuma bertiga tetep oke.

Punya niatan untuk memakai formasi lama di album nanti?

Sepertinya murni formasi bertiga saja ditambah additional player

Terbesitkah dipikiran dengan adanya musik kalian yang seperti ini kontras untuk telinga pendengar karon yang dulu?

Soal untuk kontras itu sih sebenarnya tergantung si pendengar yah, karena kalau menurut gue pribadi semakin banyak orang mendengar referensi musik dia gak akan kaget, karena apa yang kita mainkan udah terpetakan, walaupun tidak terurut ya mundur maju gitutapi dengan roots yang sama tapi buat orang yang hanya mendengar sedikit referensi mungkin mereka akan bilang wah karon berubah! Wah,musiknya kok lain/aneh? Dan lain-lain… tapi pasti “berbeda” bertiga dan berlima saja sudah berbeda. He he he

Gimana nanti kalau ada kecendrungan penurunan pendengar karon?

Soal penurunan fans atau pendengar atau apalah itu, hmmpp… sebenarnya dulu  gue udah ngomongin hal ini pas keadaan apoy dan pepeng keluar waktu itu ya, “Dulu pas keadaan seperti itu kami sempat berfikir pada mau ngelanjutin lagi gak nih karon?”  apa mungkin pada masih ada yang mau dengerin dengan keadaan kita yang bertiga ini yang juga pastinya ada ketidaksamaan seperti yang dulu. Bahkan waktu itu seperti pembentukan band baru, karena begitu masuk bertiga emang aura dan nuansa lagunya juga lebih explore, jadi saling nyocokin lagi. Sampai sekarang ja akita bertiga belum bisa bawain lagu-lagu lama.

Oh gitu, kok bisa?

Pertama karena pastinya ada perubahan sedikit atau banyak aransemen lagu-lagu lama, kenapa? Karena ya nggak mungkinlah sama antara bertiga dan berlima bawan lagu yang sama, keduanya ini terutama di gue sih, buat gue apoy dan pepeng itu punya karakter unik masing-masing, begitu juga dengan tekhnis mereka bermain serta referensinya, terutama sentuhan dari apoy, doi itu ajaib sangat catchy dan easy listening tapi nggak murahan, doi itu salah satu gitaris yang gue kagumi, terlepas dari ke-era “early beatles-annya”  ya yang sepertinya doi itu sangat sulit untuk melompat keluar dari situ (just my point of view, hehehe) nah itu yang sampai sekarang kita semua tetap berteman dengan baik, kemarenpun sempat reuni kecil saat acara School Of Rock, senang rasanya mereka bisa meluangkan waktu untuk bermain bersama.

Nah akhirnya kami memutuskan untuk show must go on! Kenapa masih harus memikirkan pendengar? Kenapa tidak sesekali pendengar yang mencoba untuk mendengar sesuatu yang ditawarkan yang mungkin bisa dibilang agak atau sama sekali berbeda dari yang kemarin? Ya kami harus bergeraklah, apa yang dibelakang adalah cerita indah kala itu, sekarang ya sekarang dan kedepan, seperti sekarang apa yang sedang kami bertiga coba untuk menawarkan  ini,ya semoga khalayak senang ya oke, kalau nggak yowess, yang tau yang mau dan yang mau tahu, itu aja. Hehehe

Materi lagu-lagu yang lama masukkah?

Semuanya murni materi baru untuk album nanti.

Kendala yang saat ini masih kalian hadapi?

Kalau kendala… hmm.. ya paling kesibukkan pembagian waktu untuk kulik, biasalah antara kerjaan dan band. Idealis boleh tapi biaya hidup tidak bisa dikesampingkan juga. Semoga yang lainnya lancar doakan saja yah. 😀

Soal additional player tadi, bakal ngajak siapa nih?

Hehehe… belum berani pastiin sih, tapi udah sounding-sounding sih dan tampaknya mereka setuju, ya dari teman-teman band Indie Jakarta juga… ada perkusi, ada keyboard, ada sitar, ada cello ada backing vocal juga yang rencananya kayak vocal group gitu.

Sitar? Hmmpp… orang yang punya band namanya Ramayana Soul nih kayaknya? Hehehe

Hehehe, iya rencananya sih gitu. Doi sitar dan keyboard tapi belum tahu juga deh tuh udah diobrolin sih, semoga doi bener-bener mau dan berkenan. Hehehe

Jadi nanti saat karon manggung ga ada yang boleh teriak-teriak minta lagu lama dong nih?

Boleh saja sih, bebas untuk penonton . tapi kalau gak dimainin jangan kecewa. Menurut gue aja sih ya dulukan lagu-lagunya itu selalu ngajak kita untuk goyangkan yah? Nah sekarang lebih meresapi dengan ketuk-ketuk kaki, ngangguk-ngangguk, tepuk tangan, tatapan nanar.. hehehe

Sudah ada berapa materi yang sudah siap?

Saat ini sudah ada Sembilan materi baru yang sudah jalan.

Kalau untuk presentasi?

Untuk proses album sih belum bisa dibilang, tapi untuk proses materi kini sudah sekitar 75%-lah.

Punya niatan untuk karon buat piringan hitam?

Piringan hitam? Wah kami tidak terlalu mikirin kesana sih, soalnya kita itukan hidup diera apa yang paling banyak dan mudah untuk didengar orang, ya itu yang utama, tapi nggak nutup kemungkinan juga sih, siapa tahu ada yang mau produserin copy dan release kita ke piringan hitam? Secara piringan hitamkan juga lebih tahan lama dan suaranya wokeeehhh.. hehehe

Terakhir, buat yang ingin tahu lagu-lagu baru kalian itu nanti gimana?

Mungkin saat kita manggung sebagian bakal dibawain, selebihnya tunggu album keluar aja yah friends. J

Masih kurang puas dengan jawaban Steve diatas, kamipun menanyakan hal ini (album baru karon) kepada Arfan Apoy gitaris mereka yang ternyata saat ini juga keluar dari band lain The Adams dan Neo Indorock, simak petikkannya :

Bagaimana reaksi anda tentang karon yang ingin  buat album?

Bagus sih kalau karon ingin buat album lagi. Seperti halnya manusia pasti ingn berkembang maju, barometer grup band kepingin berkembang ya salah satunya dari album itu. Terlepas apakan nantinya album mereka meledak dipasaran atau tidak. Yang penting karya-karya lagu tersebut sudah didokumentasikan lewat album.

Karon sekarang dibanding yang dulu menurut anda gimana? Dan ada saran untuk mereka?

Seperti halnya The Beatles, music karon akan terus berkembang dari satu album kealbum berikutnya, namun tetap dikoridor 60-an karena nuansanya tetap ada. Dari gue sendiri paling… hmmm… mau band itu personilnya berubah-ubah silahturahmi tetap dijaga dan anggap band itu sebagai keluarga, respect satu sama yang lain, enjoy aja kalau main music dan yang terpenting  jangan lupa terhadap Sang Pemberi Inspirasi.

Buat kalian yang ingin menyaksikan reuni Karon N Roll dengan formasi lama :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here