Gabungan Antara Beer dan Musik Borneo Beer House

0
44

Menyaksikan sebuah acara musik tidak lepas dari sebuah nama venue (tempat) yang diselenggarakan oleh si empunya hajat, visualitas dan ‘kemasan’ tempat yang menarik serta unik ditampilkan oleh si venue seperti konsep panggung,kenyamanan sampai  dengan fasilitas yang memadai dapat menjadi nilai plus untuk meyakinkan mata dan hati perhatian para ‘calon’ penonton sehingga dapat hadir ke tempat tersebut disamping daftar line uppengisi acara nantinya.

Salah satu tempat  yang sering kali menyelenggarakan acara-acara musik dan menjadi sorotan indiejakarta kali ini adalah Borneo Beer house. Sebuah tempat  atau bisa di bilang rumah bir yang idenya berawal dari warung makanan khas Kalimantan ini terletak dibilangan Jl. Madrasah 14. Jeruk Purut. Jakarta Selatan.

Menawarkan konsep dari segi visualitas dan pelayanan yang ditampilkan, borneo bisa dikatakan merupakan tempat nongkrong yang berbeda dari tempat-tempat ‘ngebeer’ lainnya di ibukota.

Borneo Beer House berawal dari warung makanan khas Kalimantan. Sebelumnya sama sekali bukan bar melainkan warung soto banjar khas Kalimantan. Setelah berubah menjadi cafe yg menyediakan kopi dan sandwich serta diisi dengan seperangkat tata suara sederhana dan alat musik seadanya, beberapa teman pemusik mulai nongkrong dan main. Melihat perkembangan yang baik, pertengahan tahun 2010 kami mengubah format menjadi Beer House.

Tata suara dan peralatan musik dilengkapi dan sejak saat itu banyak dijadikan tempat perhelatan musik non mainstream. Tahun 2011, Borneo lalu pindah ke Kompleks Joglo di bilangan Jeruk Purut.” Ungkap Indra Seven salah seorang pengelola Beer House saat diwawancarai oleh indiejakarta.

Saat ditanya tujuan dari dibukanya beer house yang memiliki konsep interaksi antar dua arah antara bar dan pengunjung ini, Indra menjawab bahwa Borneo bermaksud mencoba menggabungkan business and pleasure. Segala sesuatu yang dibuat atas dasar kecintaan terhadap suatu hal, dan menjalankannya pun pasti enak dan enjoy. Semua yang berada di Borneo adalah  cinta akan bir dan musik.

Borneo sendiri saat ini sedang berencana memperluas jaringannya untuk bisnis lain di tahun 2013 namun masih erat kaitannya dengan seputar musik. “Kita mau coba melebarkan sayap ke unit bisnis lainnya di 2013 ini. Belum bisa kami mention sekarang,he he he. Tapi yang jelas sih masih seputar musik. Tunggu tanggal mainnya.” papar Indra .

Khusus untuk agenda musik, Borneo Beer House memiliki beberapa macam jadwal seperti setiap hari selasa di dua minggu sekali mengadakan event DJ “Tuestep” yang memutarkan semua genre musik mulai dari Disco, House, Techno, Drum N Bass, Nu Jazz, sampe Soul bahkan RnB. Kemudian di hari kamis yang juga di dua minggu sekali mereka memiliki home band “Jiks & The Fatman” yang biasa mamainkan musik-musik repertoire rock era tahun 80,90, sampai 2000an.

Lalu terakhir, event reguler di jumat dan sabtu biasanya lebih condong ke konsep DJ. Dihibur oleh seorang resident DJ  @omcuss yang siap menemani kalian berdansa liar. Untuk segala update dan perkembangan tentang Borneo Beer House, kalian bisa mengikuti mereka di akun jejaring sosial twitter @borneobeerhouse . Keep support your local beer!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here