Ssst… Diam-diam Band Lokal Ini Dilirik Label Eropa!

0
124
Orchest Stamboel Indisch Travalgar

Setelah berproses selama tiga tahun, band ini akhirnya merampungkan album perdananya. Tidak tanggung-tanggung, delapan belas lagu hadir dengan membawa nuansa musik instrumental khas era awal enam puluhan. Indonesia patut berbangga.

Satu lagi band Ibukota yang mengibarkan Merah-Putih di skena musik Eropa dan Amerika. Tidak banyak yang tahu, kalau tiga orang pemuda yang tergabung dalam kelompok musik bernama Orchest Stamboel, resmi merilis album perdana mereka di bawah sebuah label independen Belanda awal Desember lalu. Orchest Stamboel beranggotakan Adnan Nanda (gitar, vokal), Hanafi Imamusu (bass, vokal), dan Edwin Harahap (drums, vokal). Terbentuk sejak tahun 2014, tiga sekawan ini memilih untuk memainkan musik IndoRock: varietas rocknroll yang pada praktiknya memiliki fusi dengan keroncong, Hawaiian, dan gamelan khas Jawa.

IndoRock sendiri amat mahsyur di Eropa terutama Belanda dan Jerman pada awal tahun ’60-an. Salah satu pionirnya adalah band keluarga The Tielman Brothers yang mampu menyuguhkan kualitas musik terbaik berpadu dengan seni akrobatik tingkat tinggi. Kala itu, sang gitaris Andy Tielman terbiasa memainkan gitar menggunakan kaki atau di belakang punggung; Ponthon Tielman mencabik double-bass dengan posisi terlentang; sementara penggebuk drum Loulou Tielman tak kalah atraktif: ia melakukan aksi solo dengan mengitari perangkat drumnya! Setengah abad berlalu, kini Orchest Stamboel berusaha menguarkan kembali atmosfer IndoRock utamanya kepada generasi muda Indonesia. Menurut Adnan Nanda, musikalitas tingkat tinggi dan aksi panggung yang mumpuni adalah salah satu faktor mengapa ia dan rekan-rekan satu bandnya jatuh hati pada IndoRock.

“Kami sangat terinsipirasi dari para musisi keturunan Indonesia yang bermusik di Eropa pada era tersebut. Lewat musik rocknroll, banyak musisi berkualitas yang mengguncangkan wilayah Belanda, Jerman, Belgia, Swedia, Spanyol, juga Italia. The Tielman Brothers adalah salah satu contoh yang jejak-jejak kedigdayaannya masih bisa dilihat lewat YouTube. Aksi mereka ‘gila’ sekali untuk masa itu,” ujar sang gitaris. Orchest Stamboel pun berusaha untuk tetap konsisten di jalur musik yang sangat khas dengan dominasi melodi gitar multi-layer. Hingga akhirnya album perdana mereka resmi diluncurkan dan didistribusikan di pasaran Eropa dan Amerika, trio Orchest Stamboel merasa bangga karena penantian selama tiga tahun berbuah manis.

“(Album ini) semacam bentuk penghormatan paling sederhana terhadap legendalegenda IndoRock,” buka pemain bass Hanafi Imamusu. “Kami menyadari bahwa memainkan musik IndoRock tidaklah mudah. Banyak aspek yang mesti dikejar, dari pemilihan karakter sound, kekuatan melodi yang ‘bernyanyi’, hingga penampilan atraktif. Setidaknya lewat album ini, kami berusaha untuk memberikan interpretasi terhadap musik IndoRock.” Terdapat delapan belas lagu di dalam album digital bertajuk Time Travelers, dua di antaranya hadir dengan vokal, sementara sisanya murni mengedepankan harmonisasi lead gitar yang kental dengan nuansa ’60-an.

Drummer Edwin Harahap menjelaskan, Time Travelers menjadi amat spesial karena selain didistribusikan di Eropa dan Amerika, album ini juga dirilis di bawah label yang sama-sama menaungi sang legenda Indorock, The Tielman Brothers. “Sebuah kebanggaan bisa berada ‘satu atap’ dengan idola kami The Tielman Brothers. Apalagi di album kami juga terdapat dua lagu yang menggunakan Bahasa Indonesia sebagai liriknya. Keren sekali mengetahui lagu-lagu kami bisa mengudara di atmosfer Eropa dan Amerika sana,” jelas Edwin.

Sebagai salah satu label musik independen tertua di Belanda, Sam Sam Music memang memiliki spesialisasi dalam ranah musik rocknroll ’50/’60-an, IndoRock, dan gitar instrumentalia. Sejak tahun 1974, perusahaan ini juga telah merilis album beberapa musisi lintasnegara dan multigenre seperti Madeline Bell, Sharmez, Willy and His Giants, Linda Hopkins, DJ Babba, Nokie Edwards, Sharmez, dan Nat Gonella. Selain secara digital, album Time Travelers juga dirilis dalam bentuk fisik atau CD dengan harga 17,99 Euro atau sekira 285 ribu Rupiah.

Tautan album Orchest Stamboel, Time Travelers:

 

·         Sam Sam Music http://bit.ly/2jkqdK6

·         Netherlands+Belgium Sam Sam Music www.samsammusic.com

·         Netherlands+Belgium Bol.com https://www.bol.com/nl

·         Amazon https://www.amazon.de/dp/B077XW9B48

·         Spain: https://www.amazon.es/dp/B077XW9B48

·         Italia: https://www.amazon.it/dp/B077XW9B48

·         United Kingdom: https://www.amazon.co.uk/dp/B077XW9B48

·         France: https://www.amazon.fr/dp/B077XW9B48

·         Digital album sales: Download + Streaming iTunes: http://apple.co/2kl495n

·         Streaming Spotify: http://spoti.fi/2AS5Q1n

·         Download + Streaming Google Play: http://bit.ly/2BvyPUM

·         Download + Streaming Amazon Europe: http://amzn.to/2ihIgzE

·         Download + Streaming Amazon USA: http://amzn.to/2Bxz3uC

·         Download + Streaming Tidal (cd quality): http://bit.ly/2zL8npS

·         Streaming Napster USA: http://bit.ly/2BxlXxG

·         Streaming Deezer: http://bit.ly/2At1Hy0

 

Tentang band Orchest Stamboel:

Website               : https://orcheststamboel.com/

Facebook Page   : https://www.facebook.com/OrchestStamboel/

Twitter                 : https://twitter.com/OrchestStamboel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here