Nyangkruk di Surabaya Bedah Buku Indorock Blitzkrieg

0
58

Upaya Adnan Nanda gitaris band Neo Indorock untuk melestarikan perkembangan musik Indorock (Indonesian Rock N Roll) rasanya masih kurang puas jika cuma aksi diatas panggung.

Hingga pada akhirnya di tahun 2013 lalu, dirinya berhasil mengabadikan maksud tersebut yang kali ini dia tuangkan ke dalam bentuk tulisan pada sebuah buku berjudul “Indorock Blitzkrieg”.

Seorang Adnan biasa dirinya dipanggil, menjelaskan kalau arti dari Blitz adalah petir/halilintar, sedangkan Krieg mengungkapkan serangan. “Jadi tema buku ini adalah frase serangan cepat bak halilintar dari gue untuk kalian-kalian yang ingin tahu soal musik indorock itu kayak gimana sih,” ujar Adnan menjelaskan.

Upaya Adnan tersebut akhirnya benar-benar berpengaruh kepada para pemerhati jenis musik yang booming di era 50 – 60an tersebut atau kerap disapa komunitas Neo Indorockers (sebutan dari kelompok anak muda pelestari musik peninggalan band The Tielman Brothers cs).

Dengan hadirnya buku ini membuat mereka lebih mudah mengakses perjalanan musik Indonesian Rock N Roll yang terkenal di Eropa dan dunia era 50an. Beberapa orang pemegang buku ini semakin meluas tidak hanya ditangan anak muda.

Nama-nama seperti Wendi Putranto (penulis dan editor majalah Rolling Stone Indonesia), Anto Arief (musisi dari band Tulus dan 70’s Orgasm Club), bahkan akhir-akhir ini kesebut kalau salah satu personil The Tielman Brothers yang sampai kini masih hidup yakni Reggie (gitar ritem) telah memiliki buku Indorock Blitzkrieg. 

Awalnya sih gue berkorespondensi dengan salah satu band rock n roll asal Harleem, Belanda, Tjendol Sunrise. Beberapa waktu belakangan ini band tersebut menggarap proyek musikal bersama Reggy Tielman. Kebetulan dari sinilah yang akhirnya membuat buku gue bisa sampai di tangan satu-satunya personel The Tielman Brothers yang tersisa, tentu saja gue sangat gembira sekaligus tersanjung karena karya gue itu dapat apresiasi dari beliau.”’ tutur Adnan saat di tanya Indie Jakarta soal bukunya yang bisa sampai ke tangan Reggie tielman.

Masih soal buku Indorock Blitzkrieg, kali ini ibarat menemukan kembali harta karun yang hilang. Sambutan hangat datang dari komunitas penulis pecinta kota Surabaya yang diberi nama Surabaya Punya Cerita.

Komunitas yang di dalamnya berisi penulis-penulis muda yang selalu menceritakan soal sisik melik hal lain tentang kota pahlawan tersebut, menanggapi buku Adnan untuk dijadikan sumber inspirasi baru sekaligus memperkenalkan musik Indorock yang masih ada sangkut pautnya dengan Surabaya.

Dengan diadakannya diskusi bedah buku yang diselenggarakan pada Sabtu (8/3) pekan depan bertempat di C2O Library, Jalan Dr.Cipto No.20, Surabaya.

“Ide ini (diskusi bedah buku) datang dari teman-teman surabaya punya cerita yang digagas oleh Mas Ipung (penulis buku @ceritasby). Surabaya jadi kota yang tepat untuk memulai roadshow diskusi ini karena kota tersebut memiliki nilai historis bagi musik Indo-Rock. Beberapa nama legenda musik indorockpun berasal dari kota pahlawan tersebut.”  Ujar Adnan menceritakan latar belakang bedah bukunya tersebut.

Sedangkan saat ditanya bakal ada apa selain bedah buku, Adnan menjelaskan kalau nantinya akan ada diskusi ringan antara dirinya dengan para tamu sampai kepada pembagian merchandise pada acara yang tidak dipungut biaya tersebut.

“Jadi, buat yang berdomisili di surabaya dan sekitarnya, jangan lupa sempatkan datang ke c2o library hari sabtu (8/3) selepas adzan maghrib, kita nyangkruk (kongkow) bareng sambil bahas buku gue ini”.

Lalu bagaimana Neo Indorock? Ikut tampil? Tadinya kami juga hendak mengajak Neo Indorock untuk perform namun jadwalnya belum pas. Neo indorock saat ini sedang berada di studio untuk rekaman. Ujar Adnan menjelaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here