Major Threat Bangun Kreativitas Tanpa Batas

0
53
Band satu ini mengaku kalau mereka memainkan musik hard rock/psychedelic dengan tambahan warna blues dan agak sedikit instrumental disalah satu lagunya klik Memories For Evolution . Terdiri dari empat orang muda asal Universitas terkemuka asal selatan jakarta dan terbentuknya band inipun dari organisasi kampus mereka tersebut.
Major Threat namanya, band bentukan tahun 2009 ini  terinspirasi dari band beraliran punk yang bernama Minor  Threat  asal Amerika . “Tetapi kami memilih genre yang berbeda dan sedang mencari genre yang tepat untuk band kami, tapi begitu sulit untuk menemukannya pada waktu itu.pada akhirnya kami memutuskan genre yang kami pilih adalah hard rock / psycedelich.
Formasi ini bernamakan Sandy (Vokal/guitar), Riscy (Bass/back vocal), dan Sakti (Drum) yang terinspirasi dari berbagai band mancanegara seperti SLASH/(snakepit), Velvet Revolver, AC/DC, Bonjovi, Wolfmother, Jimi Hendrix, The white stripe, Guns and Roses, sampai Aerosmith.
Band yang sepertinya penuh dengan keoptimisan (dan memang harus seperti itu kalau mau membentuk sebuah band) dalam membangun band ini sepertinya sangat percaya diri sekali menatap masa depan dengan ngeband seperti kutipan mereka:
Major Threat sedang mencoba untuk membangun kreativitas musik pada keterbatasan. Batas-batas itu sendiri tidak menghentikan kamiuntuk memberikan ide-ide baru dalam bermusik.  Major Threat selamanya akan menjadi sebuah proses tanpa batas, kontemplasi tak terbendung, dan dialektika tanpa akhir. Last but not least, Major Threat akan tetap berkarya dan menjadi salah satu band yang kreatif dan memajukan kualitas bermusik Indonesia.”
Kita tunggu saja kabar selanjutnya dari mereka, buat kalian yang ingin tahu seperti apa band ini sila dengar karya mereka berikut ini:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here